Oleh: ukhuwahfksimps | 2 November 2009

Agenda Penting Bagi Kader Da’wah Pessel

insya Allah pada hari minggu (8 November 2009) FKSI MPS mengadakan Silaturrahim Kerja Pengurus dengan Rangkaian Agenda sebagai berikut :
1. Silaturrahim awal pengurus
2. Diskusi “Re-konstruksi Pergerakan Mahasiswa Jelang PILKADA” bersama : Drs. Yulizal Yunus (Pembina FKSI MPS)
3. Upgrading Pengurus FKSI MPS
- Materi I : Urgensi da’wah kampung (Adrian Fetriska*)
- Materi II : Building the solid team (Resky)
4. Pra Raker FKSI MPS

kegiatan ini terbuka untuk umum:
tempat : Gedung F2.5 Universitas Andalas Padang
Pukul : 08.30 – 14.00 WIB

Oleh: ukhuwahfksimps | 18 Oktober 2009

STRUKTUR KEPENGURUSAN FKSI MPS PERIODE 2009 / 2010

Dewan Pengurus Non Struktural

Dewan Pembina : Drs. Yulizal Yunus

Dewan Penasehat :

- Phobi Kevin – Efda Yeni Rahman, S.Pt
- Alprianto – Hendro
- Putri Apria Ningsih, S.Ei - Roza Yulita, S.Si - Vera Zarnita

Struktur Dewan Pengurus Harian (DPH)

Ketua Umum : Syaidani Tasra
Sekretaris Umum : Arif Gusmanto
Bendahara Umum : Gustilawati
Departemen Kaderisasi

Kepala Departemen : Devi Dharma Putra
Staff Departemen :
1. Yulmaini
2. Sarjulianto
3. Riyan Setia Budi
4. Karneli
5. Rigo Setiawan
6. Hanifah Fajrul Rahmi
7. Dodi Putra
8. Mairisdawenti
9. Yul Afni
10. Azis
11. Roni Saputra

Departemen Pusat Media

Kepala Departemen : Rudi Hartono
Staff Departemen :
1. Iwan Hendri Putra
2. Rahmi Lisdeni
3. Romi
4. Delfi Milda Sufyan
5. Azwir
6. Obel
7. Gusti Rati
8. Yogi Persada Gupta
9. Inne Syafrian Putri
10. Febri Ramdani
11. Andri

Departemen Dana dan Usaha

Kepala Departemen : Desmanora
Staff Departemen :
1. Ciptro Handrianto
2. Andeskop Topan Indra
3. Isra Hayati
4. Arizola Septi Fandria
5. Renza Putra
6. Sasdi Yabsa Rudsan
7. M. Zuhandi
8. Dilla Desfrita Wahyuni
9. Adi
10. leli

Departemen Semi Otonom Keputrian

Kepala DSO : Shinta Oktavia
Staff DSO :
1. Rita Try Wahyuni
2. Mike Ainsyah Putri
3. Helvina Seftadaryenti
4. Yeni Maryenti
5. …………………………….
6. …………………………….
7. …………………………….
8. …………………………….
9. …………………………….
10. …………………………….

Pusat Komunikasi ( Puskom )

Perguruan Tinggi ( PT ) Wilayah Kota Padang

1. UNAND : Iwan Hendri Putra / Shinta Oktavia
2. UNP : Devi Dharma Putra / Inne Syafrian
3. UBH : Dilla Desfrita Putri
4. UPI : Yogi Persada Gubta
5. IAIN : Syaidani Tasra / Mike Ainsyah
6. STKIP : Gustilawati
7. STIKES : Rahmi
8. ATIP : Syahrul

Perguruan Tinggi Wilayah Pesisir Selatan

9. STAI Painan : Desmayeni
10. STAI Bayang : Andra
11. STAI B. Selasa : Neng

Oleh: ukhuwahfksimps | 1 Juli 2009

Syuro ( rapat ) Efektif

Saya jenuh dengan kondisi rapat di kampus saya, tidak tepat waktu, bertele-tele, dan tidak jelas. Bagaimana caranya agar rapat yang dilakukan dapat efektif ?
Rapat merupakan sebuah bentuk focus groups discussion yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah komunitas untuk membahas suatu kondisi atau masalah. Pada konteks lembaga dakwah mahasiswa, rapat seringkali menjadi momok yang melekat pada diri seorang kader. Istilah ahli syuro atau manusia syuro melekat pada beberapa orang yang gemar melakukan rapat. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah rapat yang kita lakukan sudah efektif untuk menghasilkan sebuah keputusan.
Pada kenyataannya saya sering melihat bahwa rapat yang dilakukan sangat jauh di nilai efektifitas yang disampaikan Allah pada surat Al Ashr. Problematika kecil seperti rapat tidak dimulai dan diakhiri tepat waktu, agenda yang tidak jelas, pembahasan berkepanjangan, ketidaktercapaian tujuan rapat, atau bahkan alokasi waktu rapat yang kurang tepat. Sebagai seorang kader dakwah seharusnya kita bisa mencontohkan bagaimana rapat yang efesien dan efektif.
Tentu kita ingin menjalani rapat yang cepat dan menghasilkan keputusan yang tepat. untuk sebuah keinginan ini, perlu ada beberapa pra-syarat yang dimiliki oleh para anggota tim sebelum melakukan rapat, yakni :
1. Adanya penghormatan terhadap waktu. penghormatan terhadap waktu ini bertujuan agar kita dapat lebih bisa mengatur budaya waktu yang mungkin sudah terlalu rusak di Indonesia. akan tetapi seorang yang bisa memberikan dedikasinya terhadap waktu adalah seorang yang sangat menghargai dirinya. lebih dari itu, bentuk kita menghormati waktu adalah bagian dari kita menghormati orang lain. kita perlu sadari bahwa setiap orang mempunyai aktifitas lain. sehingga bagi bangsa yang berbudaya, manajemen waktu yang baik adalah sebuah pra syarat.
2. Fokus pada apa yang dikerjakan, rapat seringkali menjadi tidak efektif karena peserta rapat tidak fokus penuh pada pembahasan yang dilakukan. Ketidakfokusan ini membuat ide ide tidak mengalir dan pembahasan terhambat. Bahkan terkadang pemimpin rapat terkesan berbicara sendiri, karena para peserta rapat hanya mencatat atau mengerjakan yang lain.
3. Mempersiapkan bahan rapat dengan baik. Pembahasan rapat yang baik perlu di dukung oleh data data yang terkini dan bisa dipertanggungjawabkan. Seorang peserta rapat diharapkan dapat menyiapkan bahan rapat atau usulan yang ada untuk membuat pembahasan lebih komprehensif dan efesien. Ketidaklengkapan data pendukung dalam sebuah rapat membuat rapat jadi berbasis dugaan bukan pada kondisi nyata di lapangan.
Ketiga poin diatas adalah pra-syarat yang dibutuhkan bagi kita anggota rapat agar dapat membentuk rapat yang baik. Selanjutnya, bagaimana tips untuk membangun rapat yang “hidup” dan efektif. Seperti yang telah kita pahami bersama bahwa rapat adalah media penting dalam penyusunan strategi organisasi. Efektifnya rapat juga akan mencerminkan seberapa efektif kita dalam menjalankan tugas di lapangan.
a. Pemberitahuan rapat sejak awal. Pada kondisi tidak mendadak, biasanya rapat sudah terencana sebelumnya. Ada baiknya bila pemimpin rapat memberitahu sejak dini kapan rapat akan diadakan dan dimana tempatnya. Pemberitahuan ini diharapkan dapat memberikan waktu untuk berpikir para anggota rapat terkait ide yang bisa diberikan di rapat, serta mengalokasikan waktunya untuk hadir dan berpikir di rapat ini, sehingga peserta rapat dapat lengkap.
b. Waktu pasti rapat. Dalam kondisi sesama kader yang sibuk, kita perlu sekiranya mematok waktu rapat secara tegas, sebutlah untuk lima pembahasan kita memerlukan waktu 60 menit, maka saat memberi info jadwal rapat, kita akan memberitahu waktu yang dialokasikan adalah satu jam saja. Dengan adanya waktu yang tepat, akan membangun budaya menghargai waktu diantara peserta rapat.
c. Pemberitahuan agenda pembahasan. Agar pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan keputusan yang tepat, maka sebaiknya agenda apat diberitahukan bersamaan dengan pemberitahuan jadwal rapat. Agenda rapat tidak sekedar pembahasan umum seperti “rapat panitia ramadhan, atau rapat departemen media”, akan tetapi dengan pemberitahuan spesifik seperti “agenda rapat : sinkronisasi timeline antardepartemen, distribusi dan alokasi dana untuk 3 bulan kedepan, atau penentuan penerima beasiswa organisasi. Ini merupakan contoh yang bisa digunakan, sehingga peserta rapat akan berpikir untuk mengeluarkan idenya sebelum rapat, hal ini membuat pembahasan menjadi cepat dan efektif.
d. Memulai rapat tepat waktu. Terkadang sebagai pemimpin rapat kita segan memulai rapat ketika anggota masih sedikit, disini perlu adanya leader will untuk mengubah kebiasaan yang ada, dengan memulai rapat tepat waktu berapa pun anggota yang telah ada. Dengan adanya kebisaan ini , lambat laun akan adanya willingness dari peserta rapat untuk selalu datang rapat tepat waktu.
e. Memanfaatkan media rapat secara efektif. Media rapat penunjang minimal adalah papan tulis dan spidol yang memungkinkan peserta rapat mengikuti pembahasan secara tepat. Jika memungkinkan penggunaan media pendukung seperti laptop dan infokus untuk memudahkan penampilan data pendukung untuk bahan penunjang rapat. Bentuk media pada dasarnya bisa apa saja yang terpenting dapat memenuhi kebutuhan.
f. Hanya satu notulensi saja. Pada sebuah rapat ada baiknya hanya satu orang saja yang ditugaskan sebagai pencatat, agar peserta lain dapat fokus pada pembahasan. Jika memungkinkan, rapat direkam saja dalam MP3, sehingga tidak ada satupun peserta rapat yang tidak fokus. Penggunaan perangkat penunjang seperti laptop bisa digunakan agar setelah rapat selesai seluruh peserta rapat meng-copy ¬–data hasil notulensi rapat.
g. Dinamisasi rapat. Seorang pemimpin rapat diharapkan dapat mendinamisasi rapat dengan memberikan kesempatan –jika perlu dipancing- peserta rapat agar bisa mengungkapkan pemikirannya. Secara umum pola pembahasan bisa seperti berikut :
i. Penyampaian masalah / agenda pembahasan
ii. Pemaparan singkat data pendukung
iii. Brainstorming analisis
iv. Brainstorming solusi
v. Memilih alternatif solusi
vi. Kesimpulan
h. Ketegasan dari pemimpin rapat. Pada dasarnya tidak ada keputusan yang terbaik, akan tetapi yakinlah bahwa keputusan yang diambil melalui sebuah musyawarah adalah hasil yang dinilai Allah sebagai sebuah kebaikan, manusia ditugaskan untuk berpikir dan bertindak, sedangkan Allah menentukan hasilnya. Sebagai seorang pemimpin rapat diperlukan adanya ketegasan dan kebijakan untuk menentukan sebuah keputusan, ketegasan ini juga akan berdampak secara psikologis terhadap jalannya sebuah keputusan di lapangan pasca-rapat.
i. Kesimpulan dan pembagian tugas. Setelah semua pembahasan selesai, seorang pemimpin rapat atau notulen diharapkan mengulang semua hasil pembahasan dan pembagian tugas yang perlu dilakukan setelah rapat ini. Dengan adanya penjelasan ulang dan jobdesk yang jelas, aplikasi dari rapat dapat berjalan dengan baik.
j. Serba aneka pendukung. Sebagai sebuah organisasi dakwah maka tentu ada faktor non-teknis yang diperlukan untuk mendukung rapat yang dilakukan. Dalam sebuah agenda dakwah maka keberkahan dari Allah adalah orientasi kita, dan selalu terisinya nilai samawi dalam diri menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi kita dalam menjalankan aktifitas dakwah. Untuk satu hal ini saya akan memberi porsi khusus, yakni :
i. Adanya ketentuan untuk melakukan beberapa aktifitas ibadah pendukung sebelum rapat, seperti himbauan untuk tilawah beberapa halam sebelum rapat, atau kewajiban untuk Qiyamulail sebelum rapat.
ii. Rapat diisi oleh tausiyah singkat ( tidak lebih dari 15 % alokasi waktu rapat-untuk efektifitas ) yang diharapkan dapat menjadi motivasi dan pengisi ruhiyah peserta rapat.
iii. Rapat dimulai dengan tilawah atau tasmi untuk memberikan penyegaran diri di awal rapat, dan rapat diakhir dengan do’a agar apa yang telah dibahas dan yang akan dilaksanakan mendapat kemudahan dari Allah

Oleh: ukhuwahfksimps | 27 Juni 2009

Pelajar dan Semangat berorganisasi

Oleh : Phobi Kevin *)

“…..berikanlah aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncang dunia…”
( Salah satu Pidato Presiden Soekarno )
Kenapa Soekarno mengatakan hal itu, apakah ia hanya sekedar beretorika saja ? jawabannya jelas TIDAK ! Pemuda adalah elemen bangsa yang memiliki energi serta pemikiran yang “segar” untuk kemajuan bangsa ini. Saat – saat muda inilah produktivitas manusia dapat dilihat, dan produktivitas suatu bangsa sangat bergantung pada keadaan dan produktivitas pemudanya. Coba lihat bangsa kita, bagaimanakah pemudanya ? HIV, Narkoba, Seks bebas, Pengangguran, Kriminalitas, dll adalah profil sebagian pemuda di Tanah Air tercinta ini.
Berbicara tentang pemuda kita tidak terlepas dari pelajar, baik itu siswa maupun mahasiswa. Pelajar merupakan tunas bangsa yang patut kita lindungi dan kita bina. Ibarat sebuah tanaman, agar tumbuh tunasnya baik maka kita harus selalu memberinya nutrisi yang cukup. Ketika asupan nutrisi yang kita berikan kurang dari kebutuhan maka tunas tadi bisa jadi akan gagal tumbuh atau mati, begitu juga dengan pelajar, mereka perlu asupan nutrisi yang cukp bagi perkembangan dirinya baik secara emosional, intellectual dan spiritualnya. Bagaimana caranya agar semua kebutuhan tersebut terpenuhi ? ini sebuah pertanyaan simple yang sangat membutuhkan jawaban panjang dan cukup rumit.
Kebutuhan tersebut bisa kita dapatkan dengan berorganisasi. Karena dalam sebuah organisasi kita akan menemui berbagai tantangan yang mampu melatih kecerdasan probadi kita baik IQ, SQ, dan EQ. Sekarang kita coba bahas bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan ketiga kecerdasan tadi dalam sebuah organisasi.
Pertama, Intellectual Question (IQ). Organisasi memiliki berbagai program kerja yang butuh pemikiran yang cerdas untuk menjalankannya. Sebelum menjalankan sebuah Program kerja misalnya, kita sering mengadakan rapat mingguan dimana akan banyak membutuhkan pemikiran. Jadi, pengembangan IQ yang saya maksudkan bukanlah berimplikasi langsung kepada akademiknya, tetapi ini lebih condong kepada perubahan pola pikir sempit yang selama ini selalu “menghimpit” otak para pelajar. Selama ini banyak dari pelajar yang tidak memperdulikan hal itu, mereka berasumsi bahwa dengan menyibikkan diri dengan organisasi maka nilainya akan hancur dan masa depannya suram, padahal kalau kita melihat pemimpin sekarang adalah orang yang dahulunya disibukkan dengan kegiatan berorganisasi. Kalau anda tidak percaya silahkan lihat CV dari pemimpin yang ada di daerah anda.
Kedua, Emotional Question (EQ) dapat dikembangkan melalui sebuah organisasi karena disini kita akan ditanamkan jiwa bekerja sama, berkorban untuk orang lain, melayani orang yang membutuhkan, peduli kepada penderitaan orang lain, dll.
Ketiga, Spiritual Question (SQ). Hal ini dapat kita kembangkan karena dalam sebuah organisasi apalagi organisasi Islam seperti Forstudi (Salah satu Forum Studi Islam yang ada di Unand –red) kita selalu diajarkan untuk meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kita kapada Allah. Melalui program shalat berjama’ah atau pun tadarus berjama’ah dan kegiatan lainnya.
Dalam sebuah organisasi kita dilatih untuk kritis dalam menanggapi permasalahan. Bukti sejarah memperlihatkan kepada kita bahwa REFORMASI mampu ditegakkan karena pemuda yang kritis, dan mereka adalah Pemuda yang Organisatoris. Camkanlah…!! Apakah anda hanya akan menjadi Saksi perubahan yang selalu tertindas oleh kereta zaman yang terus melaju dengan cepatnya ? ataukah Anda ingin menjadi salah satu orang yang tergabung dalam kereta perubahan zaman tersebut ? Semuanya ada pada Tanganmu Wahai Pemuda..!!! Negara ini menantikan karya terbaikmu. Sekarang bagaimana pilihan anda ? Masih tetap seperti yang dulu..?

*) Phobi Kevin, mahasiswa Fateta Unand angkatan 2006. ia telah mengikuti berbagai pelatihan. Sekarang tengah disibukkan sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Studi Islam Mahasiswa Pesisir Selatan (FKSI MPS) dan lainnya.

2 05 2009
Buat kawan-kawan semua, kembali saya infokan lomba menulis yang untuk satu ini diadakan oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan
Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama Republik Indonesia. Tapi khusus lomba ini hanya untuk tingkat MI/SD,MTs/SMP,MA/SMA/SMK. Bagi kawan-kawan pelajar yang senang menulis dan punya bakat di bidang tersebut gak ada salahnya untuk menambah pengalaman…. Berikut infonya…
Tema Lomba
“Beriman dan Bertaqwa di Tengah Perubahan Sosial”
Tema Penulisan
“Mewujudkan Generasi Beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah di tengah perubahan sosial”
Kriteria Peserta
• Peserta Lomba terdiri atas peserta didik jenjang MI/SD,MTs/SMP,MA/SMA/SMK
• Setiap peserta lomba hanya dibolehkan mengirimkan satu naskah pada setiap jenjang
• Peserta bukan sebagai tim penilai dan panitia pelaksana serta pegawai Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama
• Peserta belum pernah menjadi pemenang pada lomba sejenis
Kriteria Cerita
• Cerita fiksi keagamaan adalah cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi pengarang dan boleh didasarkan pada kisah nyata (real story) yang direkayasa atau cerita yang disadur/digubah dari cerita-cerita keagamaan dan lain sebagainya (semisal: fabel/cerita tokoh-tokoh agama dll)
• Relevan dengan tujuan pendidikan agama di madrasah/sekolah.
• Isi naskah/cerita sesuai untuk dibaca peserta didik di madrasah/sekolah (MI/SD,MTs/SMP dan MA/SMA/SMK).
• Mendukung atau sejalan dengan tujuan penyelenggaraan pendidikan agama di madrasah/sekolah.
• Membangun daya inovasi dan kreativitas peserta didik dalam mengembangkan kecerdasan emosional, spiritual dan pengalaman nilai-nilai keagamaan.
Kriteria Naskah
• Berupa naskah tertulis dan disajikan secara runtut, lugas dan tuntas (tidak bersambung).
• Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
• Naskah belum pernah diikutkan dalam kegiatan lomba sejenis atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
• Isi naskah tidak bernuansa pornografi dan bertentangan dengan nilai-nilai agama.
• Naskah asli (karya sendiri) dan belum pernah diterbitkan dan atau dipublikasikan di media massa.
• Naskah cerita untuk peserta jenjang MI/SD minimal 20 halaman, MTs/SMP minimal 30 halaman dan MA/SMA/SMK minimal 40 halaman dan diketik di atas kertas A4 dengan jarak baris 1,5 spasi, font Times New Roman.
• Menyertakan identitas lengkap, meliputi: nama, alamat lengkap, foto copy KTP/kartu pelajar, nomor telepon/hp yang mudah dihubungi, judul naskah dan sasaran naskah (MI/SD,MTs/SMP dan MA/SMA/SMK).
• Melampirkan surat pernyataan keaslian naskah bermaterai 6000,- dengan dibubuhi tanda tangan penulis dan diketahui kepala madrasah/sekolah.
• Bersedia menerima sanksi hukum apabila naskah terbukti hasil plagiasi dan atau terjemahan.
Pengiriman Naskah
• Naskah diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 31 Juli 2009 (cap pos).
• Naskah dikirim dalam bentuk asli (bukan foto copy) sebanyak 2 eksemplar dan disertakan soft copy (CD atau Flashdisk), dikirim kepada Panitia Lomba Nasional Penulisan Cerita Fiksi Keagamaan.
• Naskah tidak dikembalikan dan menjadi hak milik Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
Tim Penilai
• Tim Penilai ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
• Tim penilai terdiri atas 1 orang ketua, 1 orang wakil ketua, 1 orang sekretaris, dan beberapa orang anggota.
• Tim penilai bertanggung jawab terhadap hasil penilaian lomba.
• Keputusan tim penilai tidak dapat diganggu gugat, kecuali bila dikemudian hari diketahui naskah yang terpilih merupakan hasil plagiasi atau terjemahan.
Aspek Penilaian
• Pesan cerita
• Bahasa
• Relevansi cerita
• Orisinalitas
• Tampilan naskah
Penetapan Pemenang
• Pemenang ditetapkan melalui sidang penetapan pemenang yang dihadiri tim penilai berdasarkan penilaian naskah dan presentasi peserta.
• Jumlah pemenang sebanyak 6 naskah untuk masing-masing jenjang, terdiri dari Juara I,II,III serta harapan I,II dan III (MI/SD,MTs/SMP dan MA/SMA/SMK).
Pengumuman Pemenang
• Pemenang lomba akan diumumkan pada minggu kedua bulan Agustus 2009.
• Pemenang akan dihubungi panitia untuk menghadiri presentasi dan upacara penyerahan hadiah.
Hadiah
• Total hadiah sebesar Rp. 132.000.000,-
• Pajak hadiah ditanggung pemenang.
• Hadiah diberikan untuk 6 orang juara pada setiap jenjang pendidikan (MI/SD,MTs/SMP dan MA/SMA/SMK).
• Ketentuan penghargaan dan hadiah sebagai berikut:
Juara I
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 10.000.000,-
Juara II
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 8.000.000,-
Juara III
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 6.000.000,-
Juara Harapan I
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 4.000.000,-
Juara Harapan II
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 3.000.000,-
Juara Harapan III
Piagam penghargaan, Piala/Plakat
Uang Tunai : Rp. 2.000.000,-
Hak Cipta
• Hak cipta ada pada penulis naskah
• Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama berhak menerbitkan naskah pemenang untuk satu kali penerbitan.
PANITIA LOMBA NASIONAL PENULISAN CERITA FIKSI KEAGAMAAN
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan
Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama Republik Indonesia,
Gedung Bayt Al-Qur’an – Museum Istiqlal TMII
Jl. Taman Mini I Jakarta Timur 13560
Telp. (021) 87790141, Fax (021) 87797930

Oleh: ukhuwahfksimps | 19 Mei 2009

Mencari sosok kepemimpinan yang ideal

Oleh : Phobi Kevin (Ketua FKSI MPS 2008/2009)

copy-of-langit-dan-toba-by-daniel-harahap

Rasulullah pernah bersabda yang isinya menyatakan bahwa

Setiap manusia itu adalah pemimpin, minimal ia menjadi

Pemimpin bagi dirinya sendiri dan setiap kepemimpinan itu

Akan dimintai pertanggung jawabannya…!!

Benar, sejauh ini kita tidak sadar, benar – benar tidak menyadari apa yang telah lakukan pada diri kita dan orang lain, sejauh mana akibat baik dari perbuatan kita baik pada diri sendiri maupun bagi orang lain. Banyak maksiat tersembunyi maupun terang – terangan yang telah kita lakukan, ternyata sekecil apapun perbuatan maksiat yang telah kita lakukan akan dimintai pertanggungjawabannya sesuai dengan hadits Rasulullah di atas.

Kembali kepada konteks da’wah yang telah kita rintis dan jalani bersama ini ternyata masih saja kita dapati kesulitan dalam mencari sosok pemimpin yang ideal. Ideal bukanlah berarti ia tidak pernah bermaksiat sekali pun atau seseorang yang menyerupai pola hidup Rasul secara sempurna, karena rasanya hal itu mustahil akan kita temui. Tetapi setidaknya kita masih boleh berharap untuk menemukannya kelak. Sekarang sudah saatnya kita akan memilih pemimpin yang bisa membawa lembaga da’wah ini semakin terdepan dan semakin dahsyat gebrakannya. Oleh karena tuntutan itulah kita mesti mengetahui dulu seperti apa pemimpin ideal yang kita cari itu.

Pada paragraf ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa kriteria yang sangat kita butuhkan untuk memimpin FKSI MPS untuk tahun 2009-2010 mendatang. Memang saya akui hal ini bukanlah suatu yang baku, akan tetapi ini merupakan sebuah representatif dari keadaan dan kebutuhan kita akan kepemimpinan itu.

  1. ta’at, hendaklah pemimpin yang akan kita pilih lebih mengutamakan kepentingan Agama dari pada dirinya sendiri. Mementingkan apapun yang disyari’atkan Allah dari pada nafsu dirinya. “Barang siapa yang menolong Agama Allah, maka Allah akan meneguhkan kedudukannya dimuka bumi ini”
  2. sabar, jalan da’wah ini sangat panjang dan pahit jika dilalui, oleh karena itu sabar menjadi point utama kita, karena dalam da’wah kita hari ini tantangan terbesarnya bukanlah dari segi pencarian dana atau mad’unya, akan tetapi tantangan kita yang terbesar hari ini adalah bagaimana caranya menghancurkan ego yang ada pada diri kita. Sesungguhnya Allah bersama orang – orang yang sabar. Bahkan sabar lebih utama daripada sholat. Dan mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.
  3. azzam yang membaja, karena kita hari ini sedang dihadapi dengan yang namanya kurangnya jundi, sedikit yang datang rapat, kekurangan SDM, sedikit yang istiqomah, medan da’wah yang jauh dan menghabiskan banyak uang dan tenaga. Oleh karena itu, pemimpin kita kedepannya adalah orang yang benar – benar komitment yang membaja untuk serius dan lebih fokus perhatiannya pada da’wah kampung ini.
  4. berukhuwah dengan baik. Harapannya adalah ketua nanti mampu membendung ego dirinya, itsar (mementingkan saudara lebih dari diri sendiri).

Semoga kita mendapati pemimpin yang demikian di FKSI MPS. Amiin.

Oleh: ukhuwahfksimps | 6 Mei 2009

Press Realease

Tantangan da’wah semakin terasa berat seiring dengan berkembangnya zaman dan gaya hidup masyarakat yang merupakan objek da’wah tersebut. Salah satu lembaga yang tetap komitmen dalam menjawab tantangan tersebut adalah Forum Komunikasi Studi Islam Mahasiswa Pesisir Selatan (FKSI MPS) yang telah eksis sejak 04 Mei 2002 lalu.

Saat ini (2008) FKSI MPS tengah dikomandani oleh Phobi Kevin (TP Unand 06), yang mengurus surat – menyurat tentang FKSI MPS adalah Alprianto (IAIN 2005) serta yang telah berjasa dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran selama ini adalah Bendahara Umum yang diamanahkan kepada Putri Apria Ningsih (IAIN 2005).

Tidak terasa kapal yang kita guanakan untuk mengarungi samudera da’wah Pessel sudah berada didermaga, kita mesti merombak kembali pemerintahan yang selama ini berjalan kurang lancer, seperti adanya beberapa agenda da’wah yang tidak jalan dan diundur.

Beberapa waktu yang lalu penulis (Phobi Kevin) sudah membegikan polling pemilihan calon DPH (Dewan Pengurus Harian) FKSI MPS periode 2009/2010.

Hasilnya sepertinya tidak jauh dari dugaan dan prediksi beberapa orang ikhwan dan akhwat FKSI. Tidak salah lagi…!!! Inilah mereka yang terdaftar sebagai Bakal Calon (Balon) DPH periode 2009/2010 mendatang :

  1. Calon Ketua / Sekretaris Umum :
    1. Jumfanni Ichwal (Unand 2007)
    2. Saidani Tasra (IAIN 2007)
    3. Devi (UNP 2007)
    4. Phobi Kevin (Unand 2006)
  2. Calon Ketua Keputrian
    1. Yulmaini (Unand 06)
    2. Rika Manda Sari (IAIN 05)
    3. Shinta Oktavia (Unand 07)
    4. Riri Amdayani, S.Farm, Apt. (Ex. Unand 2002)
    5. Vera Zarnita (UNP 2005)
    6. Trisna (IAIN 07)
  3. Calon bendahara Umum :
    1. Efda Y R (Unand 2005)
    2. Gustilawati (STKIP 2007)
    3. Shinta Oktavia (Unand 2007)
    4. Putri Apria Ningsih (IAIN 2005)
    5. Yulmaini (Unand 2006)
    6. Desmanora (Unand 2007)

Mari kita sukseskan Musyawarah Besar (Mubes) ke – 7 FKSI MPS dalam menentukan jalan da’wah Pessel 2009/2010 yang akan datang. Tunggu saja informasi selanjutnya di HandPhone Antum….!!!

Wassalaam,

Ketua Tim Suksesi FKSI MPS 2008/2009

Oleh: ukhuwahfksimps | 6 Mei 2009

24 Selingan Hidup

Tebar da'wah di bumi Allah

Tebar da'wah di bumi Allah

1)           Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena  kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari  yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2)           Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam dalam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3)           Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu  lakukan.

4)           Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.

5)           Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu  lain yang dibukakan bagi kita.

6)           Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda  bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

7)           Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

  1. 8)           Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu   menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.

9)           Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang  penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10)     Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

11)     Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal  terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

12)     Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

13)     Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14)     Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti  hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

15)     Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap peduli padanya.

16)     Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

17)     Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.

18)     Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

19)     Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak  mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

20)     Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

21)     Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

22)     Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23)     Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24)     Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.

Oleh: ukhuwahfksimps | 5 Mei 2009

Anda Mujahid Layak Dapat Bintang

Abdul Rozak (40) pengusaha roti, tewas seketika tatkala mobil Hijet 1000 No. Pol D-1474-DC yang dikemudikannya dihantam truk kontainer. Musibah yang terjadi pukul 05.00 di sekitar Kebon Karet, Jalan Raya Cibening Purwakarta, beberapa kilometer sebelum Tol Cikampek-Karawang, meremukkan batok kepala lelaki asal Palembang itu. Abdul Rozak tak sempat kembali ke rumahnya untuk membeli bahan-bahan pembuat roti. Karena ajal telah lebih dulu menjemputnya tanpa ia duga.

Kisah tragis di atas, sebagaimana dilaporkan Mingguan Dialog (edisi 22-28 September) tak menyebutkan lebih jauh status korban. Seperti isteri dan berapa anak yang ditinggalkannya, tak tertulis. Namun melihat usia korban, ia kemungkinan berstatus seorang kepala keluarga.

Taroklah kita berasumsi, tatkala Abdul Rozak hendak berangkat mencari nafkah, niatnya karena Allah. Maka insya Allah ia tergolong mendapat akhir yang baik (husnul khotimah). Almarhum layak disetarakan sebagai seorang yang sedang berjihad. Dengan catatan tambahan tentunya, kalau saja saat ia mulai melangkahkan kakinya ke luar rumah hingga maut menjemputnya, motivasinya tetap istiqomah mencari rezeki yang halal untuk menghidupi keluarganya.

Kita berdoa kepada Allah, mudah-mudahan pedagang roti itu memang seorang ayah yang taqwa. Yang senantiasa menjaga keluarganya dari rezeki yang haram. Memelihara pandangannya dari melihat pemandangan yang bukan haknya untuk ia lihat. Menjaga lisannya dari menggunjing, memfitnah, mengumbar lelucon-lelucon beraroma cabul, memaki orang dengan kasar, mengejek serta merendahkan orang lain, menipu, dan lain-lain. Semoga.

Seandainya pergulatan Abdul Rozak dalam menafkahi keluarganya setiap hari, senantiasa diawali dengan untaian doa kepada Allah. Jika saja dalam kesibukannya bekerja sehari-hari ia tak pernah meninggalkan ibadah dan taat kepada Allah. Pendek kata, andaikan hari-harinya ia niatkan semata-mata untuk beribadah dan melaksanakan perintahNya. Maka kematian Abdul Rozak layak disebut sebagai mati syahid di jalan Allah.

Rasul dalam salah satu wasiatnya menerangkan, seorang kepala keluarga yang sungguh-sungguh mencari rezeki yang halal, lalu ia mati. Orang itu dalam penilaian beliau saw, mati syahid di jalan Allah.

Allah telah menetapkan laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Karena secara fitrah penciptaannya, bukan hanya pria diberikan kelebihan dalam segi fisik (otot), perasaan, tapi juga akal. Karena itulah Allah meletakkan beban kewajiban yang lebih atas pria terhadap kaum wanita. Salah satu kewajiban paling mendasar ialah pria sebagai pelindung dan pengayom kaum wanita.

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum pria) atas sebagian yang lain (kaum wanita). Karena mereka telah (diwajibkan) menafkahkan sebagian harta mereka (terhadap isteri).” (QS 4:34)

Tak usahlah kita perdebatkan soal hak perlindungan kaum wanita yang mesti mereka peroleh dari kaum pria. Ini bukan soal supremasi dan dominasi kaum lelaki terhadap kaum wanita. Tapi soal tanggung jawab fitrah. Memang kita akui, sampai saat ini kaum feminis masih saja meributkan soal hak-haknya itu yang mereka anggap telah “dirampas” kaum pria.

Kita khawatir bila tanggung jawab melindungi (mencari nafkah) itu sama-sama dibebankan kepada wanita, banyak wanita yang akan kepayahan sendiri nantinya. Karena konsekuensinya, jam kerja mereka harus sama dengan kaum pria tanpa cuti haid maupun cuti hamil, misalnya. Lebih parah lagi, banyak kaum pria yang nantinya enggan bertanggungjawab memberi nafkah pada istrinya. Karena sebagian kewajibannya dianggap sudah dihendel kaum wanita.

Lantaran itu Rasulullah menekankan kaum pria giat bekerja untuk menghidupi serta berusaha keras membahagiakan keluarga mereka. Sebaliknya beliau mencela para pemalas, yang tak pernah berusaha untuk membahagiakan keluarganya. Apalagi bila ia berlaku kasar pada anak dan istrinya.

“Taqwalah kamu kepada Allah di dalam mengurus perempuan (istri–pen). Sebab dia adalah dalam lingkungan penjagaanmu. Dan hendaklah kamu cukupkan belanjanya dan pakaiannya dengan pantas.” (HR Muslim)

“Yang paling berat dalam timbangan orang mukmin adalah akhlaq yang mulia. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melakukan perbuatan keji lagi hina.” (Shahih al-Jami’)

“Berdosalah seseorang yang menyia-nyiakan tanggungan yang seharusnya ia beri makan,” (HR Muslim)

Sungguh mulia para mujahid yang telah membanting tulang untuk menafkahi keluarganya dengan cara halal. Yakni seorang ayah yang tak pernah mengotori hartanya dengan yang haram. Yang keras menolak uang suap, menghindari praktik-praktik ilegal, dan tindakan manipulatif apapun.

Sungguh ajaib para mujahid yang telah bekerja serius menghidupi keluarganya untuk merengkuh ridhoNya. Yakni ayah yang selalu ingat, betapa anak dan isteri di rumah selalu setia mendoakan keselamatannya. Seorang suami yang selalu memelihara kesuciannya sebagaimana isterinya di rumah selalu menjaga kehormatannya dari pandangan mata dan jamahan tangan-tangan liar. Hingga ia tak mungkin mau mengumbar pandangannya pada wanita-wanita yang bukan mahromnya. Apalagi sampai bercumbu dan berkencan dengan wanita teman sejawat atau sekretarisnya.

Betapa mengagumkan para mujahid yang ikhlas berletih-letih bekerja untuk mengantarkan keluarganya menuju rahmat Allah. Yakni mereka yang tidak menjerumuskan dirinya dalam praktik kerja dan pergaulan mesum. Menjauhkan mengeksploitasi perempuan sebagai umpan bisnis. Menolak lobi-lobi bisnis dilakukan di tempat-tempat mesum sembari mengumbar cerita-cerita cabul. Sementara aroma khamar dan bau parfum wanita menghiasi lobi-lobi mereka. Tidak! Para mujahid pasti akan mengenyahkan praktik-praktik bisnis terkutuk itu. Mereka adalah para hamba yang selalu menjauhkan diri dari cerita-cerita skandal yang menjijikkan.

Apapun profesi mereka, andaikan mereka berusaha keras menjaga diri dan keluarga mereka dari yang diharamkan Allah. Entah mereka sebagai penarik becak, pedagang kaki lima, pengemudi mikrolet, penjual nasi, pedagang sayuran, pemulung, penjaja mainan anak-anak di perempatan-perempatan lampu merah, dan lain sebagainya. Sungguh setiap tetes keringat dan tarikan napas mereka, insya Allah akan dicatat sebagai tetesan darah jihad di jalan Allah. Mereka pantas disebut mujahid.

“Dan sesungguhnya engkau tidak akan memberi nafkah yang diniatkan karena Allah, kecuali engkau akan mendapatkan balasannya. Termasuk apa yang engkau berikan ke dalam mulut istrimu.” (HR Bukhori-Muslim)

Mujahid tidak layak disandangkan pada para ayah yang dalam bekerja tak pernah mengindahkan pantangan-pantangan Allah. Yakni mereka yang gemar melakukan praktik-praktik suap dan tindakan manipulatif. Mengeksploitasi wanita untuk promosi bisnis mereka. Ngerumpi dengan kolega yang hobi melontarkan kata-kata dusta dan humor-humor mesum. Yang senang membeberkan masalah-masalah privasi rumah-tangganya di hadapan koleganya. “Eh…semalam bini gua…” dan seterusnya, dan seterusnya. Mereka yang terbiasa dengan dunia perselingkuhan. Na’udzubillahi min dzalik.

Kelompok terakhir ini, hakikatnya tak layak disebut kepala keluarga. Karena mereka tak mampu memimpin diri mereka sendiri, apalagi untuk memimpin keluarga. Kepada mereka tak pantas diberi gelar mujahid, betapapun mereka telah memberikan harta melimpah pada anak-isteri mereka. Sebab mereka hakikatnya adalah para pengkhianat. Yang telah menghianati diri mereka sendiri, menghianati amanah keluarga, amanah masyarakat-bangsa-dan negara, dan tentunya menghianati amanah Allah swt.

Mudah-mudahan Anda bukan termasuk kelompok terakhir. Karena Anda adalah mujahid, dan Anda layak mendapat bintang!

Kategori